dear diary;
Ry, aku ingin mengenalkanmu dengan sahabat baruku. dia sudah lama mengetahuiku, hanya aku saja yang mungkin terlalu sombong untuk mau mengenalnya (sombongnya jangan dicontoh ya, Ry). Padahal dia membersamaiku setiap hari, setiap saat. Mungkin dia lebih setia darimu, tapi kamu tetep sahabatku yang paling baik kok, tenang aja, tidak ada yang akan bisa menggantikan posisimu dihatiku (hehe, gombal ya).
Kembali ke sahabat baruku tadi ya, Ry. Sebenarnya, dulu aku pernah dikenalin sama ustadz kampung sebelah, waktu beliau tadzkiyah ke rumahku, tahun lalu itu lho Ry, waktu Bapa meninggal, kayaknya aku udah pernah cerita deh, masih inget kan? Tapi waktu itu beliau hanya memperkenalkannya sekilas, aku juga nggak ngerti, waktu itu kan masih berduka atas kepergian Bapa, yang meninggal kena runtuhan bangunan di tempat kerjanya.


